Kalender Bali Online

Kamis, 04 Oktober 2012

Tingkatan Upakara Bhuta Yadnya

Diposting oleh I WAYAN SUDIRA at Kamis, Oktober 04, 2012
Dalam ajaran Agama Hindu dikenal dengan adanya 5 (lima) jenis Upacara keagamaan yakni: Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya dan Bhuta Yadnya. pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai upakara Bhuta Yadnya. Upacara Bhuta Yadnya adalah salah satu korban suci yang tulus ikhlas yang ditujukan kepada Bhuta Kala atau makhluk bawahan yang berpengaruh buruk dan dapat menimbulkan bencana. Pelaksanaan Yadnya tersebut bertujuan untuk mengharmoniskan semua kekuatan alam baik dalam bhuwana agung maupun bhuwana alit. Melalui upacara Bhuta Yadnya untuk memohon kehadapan Ida Sanghyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa agar dapat menyelaraskan dan menyucikan kekuatan alam untuk tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.
adapun pelaksanaannya disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing mulai dari tingkat kecil, menengah sampai yang paling besar yaitu:
1. Tingkatan Upakara Bhuta Yadnya yang paling kecil (kanista) adalah Segehan yang sesuai dengan tingkatannya yaitu:
a. Segehan kepel
    Segehan Kepelan sebagai alasnya dipakai sebuah taledan (tangkih) atau daun pisang diatasnya diisi dua kepel nasi putih, ikannya bawang jahe dan garam. Diatasnya dilengkapi dengan canang genten/canang sari. Mengenai jumlah nasinya dapat berubah-ubah demikian pula warnanya sesuai dengan kepentingan, misalnya membuat segehan putih dan kuning, segehan putih hitam, segehan bang (merah) dan sebagainya.

b. Segehan Cacahan
    segehan cacahan alasnya dipakai sebuah taledan(daun) tangkih diatasnya diisi 6/7 buah tangkih yaitu lima buah.didalamnya diisi nasi putih sedangkan yang lainnya diisi bija ratus (lima jenis biji-bijian diantaranya: jagung, kacang tanah, kacang komak, buah godem, dan jali). sedangkan tangkih yang lainnya lagi diisi beras sedikit, base tampel, benang putih dan uang. Bila mengambil 6 buah tangkih maka bija ratus dan yang lainnya dijadikan satu tangkih. Sebagai lauk pauknya adalah bawang jahe dan garam kemudian dilengkapi dengan canang genten/canang sari dan nasinya dapat pula diwarnai sesuai dengan kepentingan.
penggunaannya: kedua Segehan ini penggunaannya dapat dipilih yang bersangkutan untuk melaksanakan Upacara Bhuta Yadnya yang kecil/sederhana seperti pada hari Kajeng kliwon dan rerahinan alit sehari-hari.
Segehan ini bila dihaturkan dihalaman sanggah atau merajan ditujukan kepada Sang Bhuta Bhucari, bila dihaturkan di halaman rumah kepada Sang Kala Bhucari, sedangkan apabila dihaturkan di depan rumah ditujukan kepada Sang Durga Bhucari.

c.  Segehan Agung
   Segehan ini dipergunakan dalam upacara tertentu. perlengkapannya lebih banyakdari segehan cacahan.

2. Tingkatan Upakara Bhuta Yadnya Menengah (Madya) adalah caru yang jumlahnya ada empat macam yaitu:
a. Caru ayam brumbun
   Caru jenis ini disebut juga caru pengruwak. Caru Pengruwak ini menggunakan seekor ayam yang warna bulunya lebih dari dua warna
b. Caru Panca Sata
   Caru Panca Sata adalah caru yang menggunakan lima ekor ayam yang disesuaikan dengan arah pengider-ider atau arah mata angin
c. Caru Panca Kelud
    Caru Panca Kelud memakai lima ekor ayam ditambah dengan seekor itik belang kalung dan seekor asu(anjing) bang bungkem.
d. Caru Rsi Gana.
   Caru Rsi Gana ini tidak dipergunakan secara umum melainkan digunakan khusus pada tempat-tempat tertentu yang karena terjadi sesuatu hal atau kejadian-kejadian tertentu seperti tempat yang dianggap angker, sering menimbulkan bencana, menimbulkan suatu penyakit dan kejadian-kejadian lainnya.
3. Tingkatan Upakara Bhuta Yajnya yang Besar (Uttama)Tawur yang jumlahnya ada empat macam yaitu :
a. Tawur
    Salah satu contoh pelaksanaan tawur adalah upacara Tawur Kesanga. Tawur Kesanga dan Nyepi yang dilaksanakan tiap tahun sekali dalam rangkaian tahun baru Saka.
b. Tawur Panca Wali Krama
   Upacara Tawur Panca Wali Krama tergolong pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
c. Tawur Eka Dasa Rudra.
    Upacara yang dilaksanakan setiap seratus tahun sekali di pura Besakih merupakan bagian dari upacara Bhuta Yadnya yang tergolong paling uttama.
Semua Upacara dan upakara diatas dari segehan (Kanista), Caru (Madya) dan Tawur (Uttama)mempunyai tujuan yang sama yaitu menetralisir unsur-unsur panca maha bhuta yang terdiri dari apah (air), Teja (panas bumi), bayu (angin), akasa (atmosfir) dan pertiwi (tanah) masing-masing berjalan normal. tujuannya adalah sama-sama untuk mengharmoniskan semua kekuatan alam baik dalam Bhuwana Agung maupun Bhuwana Alit. Melalui upacara Bhuta Yadnya untuk memohon kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa agar menyucikan,mengatur,membebaskan,memelihara,menetralisir,mengharmoniskan unsur-unsur kekuatan alam yang mulanya bersifat mengganggu sehingga tidak mengganggu lagi kehidupan didunia ini guna terwujudnya keseimbangan Bhuwana Agung (alam) dan Bhuwana Alit (manusia).


  • Share On Facebook
  • Digg This Post
  • Stumble This Post
  • Tweet This Post
  • Save Tis Post To Delicious
  • Float This Post
  • Share On Reddit
  • Bookmark On Technorati

YOUR ADSENSE CODE GOES HERE

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

Archive

 
© 2012 SOFTECHNOGEEK | Modifikasi dan Publikasi Kodokoala. All Rights Reserved.