Kalender Bali Online

Jumat, 28 September 2012

Makna Umbul-umbul

Diposting oleh I WAYAN SUDIRA at Jumat, September 28, 2012


Umbul-umbul adalah salah satu alat upacara yang dipergunakan di pura pada waktu piodalan atau upacara lainnya di suatu pura. Tetapi umbul-umbul sudah menghias tempat-tempat pertunjukan kesenian yang nota bene tempat tersebut hanya sebagai tempat hiburan atau kegiatan yang bersifat seremonial saja dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan upacara. Andaikata ada seorang bapak dari desa lewat melalui jalan di desa Batu Bulan, Celuk, Sukawati, Mas dan terus ke Ubud tentu dia akan bertanya dalam hati “rerainan apa sekarang kok banyak orang ngodalin, memasang umbul-umbul?” bapak kita yang dari desa ini berpikir polos karena dai tidak mengetahui perkembangan jaman, karena dahulu kalau tidak ada upacara odalan “nadi” tidak akan memasang umbul-umbul. Tetapi sekarang demi menarik wisatawan segala yang unik dan aneh dipertunjukkan walau pun itu tidak pada tempatnya.
Dimana kita ketahui umbul-umbul mempunyai mythologi yang mengambil cerita Arjuna Pramada yaitu diceritakan prabu yudistira bermaksud membuat istana yang indah maka disuruhlah adik-adiknya mencari contoh istana yang bisa akan ditiru. Dalam persidangan arjuna melaporkan bahwa konon ada istana yang sangat indah yaitu istana alengka tempat Dewi Sita disita oleh Rahwana. Dimana katanya matahari selalu bersinar lembut dan angin yang datang setelah datang da istana ini menjadi sepoi-sepoi basa dan sebagainya. Akhirnya Yudistira mengutus Arjuna untuk pergi kesana dan Arjuna minta bantuan Krisna untuk menganter kesana di dalam perjalanan menuju Alengka setelah sampai di tepi pantai, menyebrang ke alengka maka dilihatlah jembatan yang dahulu dibuat oleh bala bantuan tentara monyet dari Sri Rama. Krisna dan Arjuna tertegun termenung dengan pikirannya masing-masing setelah melihat jembatan itu. Sri krisna terkenang dengan penjelmaannya yang dahulu pada waktu beliau berinkarnasi lahir sebagai Rama Dewa dan terinagt serta rindu pada kesetiaan Hanoman. Kerinduan ini menyebabkan Hanoman yang sedang bertapa tertarik oleh kerinduan Sri Krisna (Rainkarnasi Wisnu) dan datang meloncat kehadapan Sri Krisna. Dilain pihak Arjuna berkata kepada Sri Krisna “kanda saya kok tidak percaya pada kehebatan Hanoman Sugriwa, anila dan kera yang lainnya yang dikatakan begitu sakti mengapa mebuat jembatan yang sebegini mengambil waktu beberapa hari. Saya dengan sekejap saja bisa membuatnya kata arjuan dan ini didengar oleh Anoman dan berkata “ya Arjuan bala tentara Sang Rama adalah banyak sekali sebab itu kami membuat jembatan yang kokoh”, Arjuna menjawab “ ya saya bisa membuat jembatan yang kokoh barang siapa yang bisa mematahkan jembatan saya saya akan sembah”. Kalua begitu cobalah kata Hanoman. Arjuna mengambil panah Naganya dan begitu dilontarkan dan lansung menjadi jembatan yang kokoh yang sejajar dengan jembatan yang sudah ada, kemudian Hanoman meloncat keatas jembatan itu dan begitu meloncat patahlah kembatan itu, Sti Krisna melihat kejadian itu lalu melepaskan panahnya lagi sehingga jembatan itu kembali sebagaiman semila dan Hanoman mencoba mematahkan lagi tetapi tidak bisa, sadarlah naoman bahwa yang di hadapinya itu adalah junjungannya Sang Rama Dewa yang lahir kembali menjadi Sri Krisna lalu mendekatinya mau menyembahnya.
Sebaliknay Arjuna mendekati Hanoman untuk emnyembahnya karena jembatan yang dibuat Arjuan telah bisa dipatahkan oleh Hanoman tetapi Hanoman menolak dengan mengatakan bahwa manusia tidak boleh menyembah binatang karena dia masih berupa Monyet. Arjuan berkeras untuk menyebah dengan mengatakan “ saya adalah kesatria Pandawa, saya tidak boleh ingkar pada kata-kata saya” perdebatan ini akhirnya diketahui oelh Sri Krisna dengan menasehati Arjuan janganlah merasa diri sakti bahw atidak ada makhluk di dunia ini yang sakti hanya Ida Sanghyang Widhi Yang Maha sakti sebab hanya beliaulah yang patut disembah. Namun agar hutang sembah Arjuna bisa dilunasi maka dikutuklah jembatan yang dibuat Arjuan itu sebagai umbul-umbul, dengan pesan agar manusia jangan takabur seperti Arjuna.
Maka dimanapun ada parhyangan atau palinggih Dewa maka di mukanya dipancangkan umbul-umbul dan kober (bendera) bergambar wanara. Dengandemikain orang orang akan selalu ingat dengan peristiwa Arjuna dengaan Hanoman, dan dengan menyembah dihadapan parhyangan maka umbul-umbul dan bendera Hanomanpun ikut tersembah sebagai penebus janji bagi Arjuna.
Untuk menyakinkan peristiwa itu maka umbul-umbul itu dihiasi dengan dengan gambar naga (panah) naga dari Arjuan dan gambar wanara yaitu gambar Hanoman, maka dari itu dapat kita mengerti dan sadari mengapa kita harus menyucikan umbul-umbul yang tidak lain karena mempunyai mythologo yang baik bahkan disakralkan oleh umat Hindu.

  • Share On Facebook
  • Digg This Post
  • Stumble This Post
  • Tweet This Post
  • Save Tis Post To Delicious
  • Float This Post
  • Share On Reddit
  • Bookmark On Technorati

YOUR ADSENSE CODE GOES HERE

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

Archive

 
© 2012 SOFTECHNOGEEK | Modifikasi dan Publikasi Kodokoala. All Rights Reserved.